Apa Yang Harus Saya Lakukan Apabila HP Saya Berdering Ketika Saya Sedang Shalat? Dan Bagaimana Hukumnya?

Kamis, 26 Juni 2008

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Sebelum shalat, saya terbiasa mematikan HP. Tetapi kadang saya lupa melakukannya. Saya bingung, apa yang harus saya lakukan apabila HP saya berdering. ketika saya sedang shalat berjamaah atau ketika sedang shalat sunnah di dalam masjid. Bila itu terjadi ketika shalat saya hampir selesai, biasanya saya mendiamkannya hingga saya selesai. Tetapi apabila jumlah rakaatnya masih banyak, biasanya saya matikan. Namun saya tidak tahu apakah hal itu boleh di lakukan atau tidak. Saya mohon penjelasan…



Jawab : Masalah yang anda alami ini bisa kita lihat dari segi adab dan dari segi hukum. Kedua-duanya mesti kita perhatikan. Sebagaimana kita ketahui, ada adab-adab yang mesti kita jaga ketika shalat, baik sebelumnya, ketika sedang berada di dalamnya, maupun sesudahnya. Di antara adab terpenting dalam shalat adalah menjaga kekhusyu’an dengan mengkonsentrasikan seluruh pikiran dan perasaan kita kepada Allah.

Karena itu, agama mengajarkan kepada kita, apabila kita sedang lapar sedangkan waktu shalat masih cukup luas sebaiknya kita makan terlebih dahulu setelah itu baru shalat. Mengapa? Tujuannya agar shalat kita dapat lebih khusyu’ dan tidak memikirkan masalah makan. Tentu saja untuk menghasilkan kekhusyu’an dalam shalat, sejak sebelum masuk ke dalamnya kita harus mempersiapkan hati kita agar benar-benar terfokus ke dalam ibadah ini. Untuk itu segala sesuatu yang bisa mengganggu kekhusyu’an shalat kita dan shalat orang lain harus kita hindari, termasuk dering HP, yang dapat muncul kapan saja.

Jika sebelum shalat kita menyadari untuk mempersiapkan kekhusyu’an kita dan tidak langsung begitu saja masuk ke dalamnya, insya Allah kita tidak akan lupa mematikan HP. Tetapi seandainya terlanjur lupa mematikannya dan tiba-tiba berbunyi, sebaiknya kita mematikannya, dan upayakan tidak terlalu banyak menggerakkan tangan. Perbuatan ini tidak membatalkan shalat, karena yang membatalkan adalah apabila kita banyak melakukan sesuatu atau banyak bergerak yang tidak ada perlunya dan tidak ada hubungannya dengan shalat, seperti bergerak tiga langkah atau memukul tiga kali berturut-turut. Karena, orang yang sedang berada dalam shalat hanya di suruh mengerjakan yang berhubungan dengan shalat, sedangkan yang lain hendaknya di tinggalkan.

Dalam sebuah hadits yang dirwayatkan oleh Ibnu Mas’ud dikatakan, Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya dalam shalat itu ada perbuatan yang telah di tentukan”. (HR Bukhari Muslim). Namun, apabila ada hajat pada perbuatan yang lain, juga tidak ada halangan. Umpamanya shalat sewaktu dalam peperangan, melihat kalajengking atau ular yang akan menggigit, tidak halangan bagi kita untuk bergerak atau melangkah. Begitu juga gerak yang sedikit, seperti menggerakkan jari atau lidah, karena yang demikian itu tidak mengubah gambaran shalat. Dalam sebuah hadits yang di riwayatkan Abu Daud At-Tirmidzi di sebutkan, Rasulullah SAW menyuruh membunuh kalajengking dan ular ketika seseorang sedang shalat.■

Dikutip dari majalah Islam al-kisah
Program kerja Bidang Pendidikan & Dakwah
Remaja Masjid As-Syukur Waihaong Pulu ~ Ambon


0 komentar: