Bagaimana Cara Minta Maaf Kepada Orang Tua yang Telah Meninggal?

Jumat, 27 Juni 2008

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Ketika orangtua saya masih hidup, sayalah anak yang paling banyak menyusahkan mereka. Meskipun saudara-saudara saya ada juga yang nakal dan suka melawan orangtua, tetapi yang paling keterlaluan adalah saya.

Saya sering memaki-maki ayah maupun ibu saya dengan sangat kasar, bahkan di depan orang lain. Walaupun demikian, orang tua saya tetap sabar dalam menghadapi saya. Pada suatu hari karena terbujuk godaan setan, saya hancurkan barang-barang yang ada di rumah, karena orangtua tak mau memberikan uang kepada saya. Akhirnya mereka mengusir saya. Saya pun pergi dari rumah, bergaul dengan teman-teman yang rusak, dan tak pernah pulang ke rumah.

Tiga tahun lalu, ayah saya wafat, dan setahun kemudian ibu saya menyusul. Kini saya telah bertobat, telah meninggalkan teman-teman yang dulu, atas bimbingan seorang tua yang sangat baik yang menganggap saya seperti anaknya sendiri. Tetapi saya masih dihantui perasaan bersalah, karena belum sempat mendatangi orangtua untuk minta maaf sampai keduanya meniggal. Bagaimana cara meminta maaf kepada mereka..?


Jawab : Orang yang durhaka kepada Ibu-bapaknya berarti durhaka kepada Allah, Dzat yang memerintahkan anak untuk berbakti kepada orangtua. Maka tobatnya adalah memohon ampun kepada Allah SWT dan memohon maaf kepada atau bapak. Kepada Allah, kita selalu dapat minta ampunan-Nya kapan saja, karena Dia senantiasa hidup, dan Dia menerima tobat hamba-Nya, lagi Maha Penyayang. Tetapi bagaimana meminta maaf kepada ibu atau bapak jika mereka telah berpulang ke rahmatullah?

Ada tiga cara mendapatkan keridhaan ibu-bapak yang telah wafat. Yaitu, menjadikan diri kita sebagai anak yang shalih, menjaga hubungan silaturahmi dengan kerabat dan teman-teman kedua orangtua, dan berdoa serta bersedekah untuk keduanya. Diriwayatkan Abu Usaid, Malik bin Rabia’h As-Sa’idi RA berkata, “Ketika aku tengah duduk di sis Rasulullah SAW, tiba-tiba datang seorang laki-laki dari Bani Salamah seraya berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah masih ada suatu kebajikan terhadap kedua orangtua-ku yang dapat aku lakukan sesudah keduanya wafat?’ Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Ya, dengan berdoa untuk keduanya, memohon ampunan bagi keduanya, menunaikan janji keduanya sesudah keduanya wafat, menghubungkan tali kekeluargaan yang tidak terhubungkan melainkan oleh keduanya, dan memuliakan teman keduanya’.”(HR Abu Daud).

Diriwayatkan oleh Ibnu Dinar, ia mengatakan, “Ibnu Umar, apabila keluar menuju Makkah, menunggang keledai untuk beristirahat di atasnya apabila jemu naik unta, dan ia memiliki sorban yang diikatnya pada kepalanya. Suatu hari ketika ia berada diatas keledai itu, tiba-tiba seorang Badwi melewatinya. Ibnu bertanya, ‘Bukankah engkau ini si Fulan anak si Fulan?’ Orang Badwi itu menjawab, ‘Benar’. Maka diberikannya keledainya kepada Badwi itu seraya berkata, ‘Tunggangilah ini’. Dan diberikannya pula sorbannya dengan mengatakan, ‘Ikatkanlah sorban ke kepalamu’. Lalu sebagian temannya berkata kepadanya, ‘Semoga Allah mengampunimu. Engkau telah memberikan kepada Badwi ini keledai yang engkau biasa beristirahat di atasnya dan engkau berikan juga sorban yang biasa engkau ikat pada kepalamu’. Ia menjawab, ‘Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya diantara kebajikan yang terbaik adalah mengadakan hubungan baik dengan orang yang dicintai ayahnya setelah ia meninggal dunia. Dan sesungguhnya ayah orang ini adalah teman ayahku, Umar RA”. (HR Muslim).

Terakhir, kami mengajak anda untuk merenungkan firman Allah SWT dalam surat Al-Isra’ ayat 23-24, “Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan agar kamu berbuat baik kepada Ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘Ah’ dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah diri terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang, dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihanilah keduanya sebagaimana mereka mengasihi dan merawatku diwaktu kecil”.■

Dikutip dari : Majalah Islam al-Kisah
Program Kerja Bidang Pendidikan & Dakwah
Remaja Masjid As-Syukur Waihaong Pulu ~ Ambon



0 komentar: